Bias Rahadian Surya : Survivor cyber crime and bullying part 4 (Job Seeker)

Jenjang karir untuk korban cybercrime atau bullying, yang notabene belum semua orang bisa menerima, memang tidak semulus orang pada kebanyakan. Bagaimana tidak, di era komputerisasi dan internet seperti sekarang, setiap calom pelamar pekerjaan pun dapat di cari tahu dari google atau sejenis nya. Nah bisa dibayangkan duka para korban cyber crime seperti kami. Belum dibuka berkas saja sudah di coret nama kita. lol.

Di akhir 2012 setelah kelulusanku, aku tertarik mengikuti seleksi di salah satu BUMN di negeri tercinta ini. Dari ratusan pelamar, hanya akan diterima 2 orang saja dari bidang keilmuan. Tahap demi tahap kulewati hingga babak akhir. Aku pun akhirnya diterima bekerja di tempat tersebut. Senang tentunya dapat bekerja di salah satu peusahaan besar di negeri tercinta ini. Berberapa hari setelah masa training, aku pun dipanggil pihak HRD. Aku diadili, digiring ke psikolog dan dipaksa menandatangani surat pengunduran diri. 2012 adalah tahun pertama aku dapat pekerjaan dan tahun pertama pula aku dipecat.

Tahun tahun berikut nya memang aku mengalami banyak penolakan dalam bekerja dan melanjutkan karir. Ditolak dengan alasan alasan yang pada akhirnya merujuk dari masa lalu yang pahit itu. Pernah seorang pewawancara menunjukkan bahwa nilai ujian ku terbaik, namun tetap saja itu tidak cukup. Saat ini aku hanya bisa tersenyum dan kadang tertawa. Kalau kata Ernest Prakarsa, Comedy = Missery + Time. And it is true.

Cont…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s