Awal Baru

Sejak kasus saya meencuat di tahun 2012, saya belajar banyak dan saya sekarang pecaya bahwa garis hidup manusia ini tidak linear. Misal nya kalau saya seorang dokter maka masa depan saya adalah harus menjadi dokter spesialis, atau kalau saya lulusan teknik arsitektur maka kelak saya harus menjadi seorang arsitektur. Dari babak hidup yang saya alami, saya akhirnya bertemu dangan banyak orang. Most of them hidup dan besar dengan cara yang tidak linear.

Suatu saat di 2016, saya berkesempatan menjadi seorang awardee suatu beasiswa di Indonesia. Walaupun langkah saya melanjutkan sekolah masih terjegal, namun saya mengenal orang – orang baru disana. Seorang teman telah lulus S1 dan menjadi pegawai bank. Di sisi lain, passion dia adalah design. Akhirnya dengan segala pergolakannya, dia memilih menjadi seorang designer busana muslim pria yang saat ini lumayan besar di Indonesia dan beliau ini melanjutkan sekolah di bidang bisnis akhirnya.

Saya juga banyak belajar dengan orang – orang yang hidup di kota ini. Orang bilang kota saya ini adalah kota yang bebas kaena memang akses masuk dan keluar negeri sangat bebas. Disini, saya bertemu dengan mantan PSK yang saat ini sukses menjadi ibu rumah tangga. Dengan pengalaman dan pahit hidup beliau, saat ini dia menjadi seorang ibu yang baik untuk anak anak nya.

Banyak lagi kisah kisah inspiratif yang selalu akan saya pegang untuk menjadi sbeuah motivasi. Saya paham betul bahwa hidup saya tidak akan mudah. Hidup saya tidak akan linear. Tapi saya percaya, semakin kompleks hidup kita, Tuhan memang menyiapkan kita untuk menjadi orang yang besar.

Di saat satu pintu memang tertutup rapat buat kita. Jangan lantas duduk dan menyerah. Tetaplah berjalan sampai kamu menemukan sebuah pintu emas yang terbuka untuk kamu. Sebuah pintu dimana di dalam ruangan tersebut menghargai semua bakat dan kemampuan kamu. TIdak mudak untuk memulai awal baru, namun percayalan bahwa Tuhan selalu bersama kita.

Advertisements

Bias Rahadian Surya : Survivor cyber crime and bullying part 6 (friend support system)

“Siapa yang menanam, Dia yang akan menuai” Pasti kita semua pernah mendengar peribahasa tersebut. Dalam kasus ini pun, aku merasakan hal tersebut. Aku memang banyak mempunyai kawan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Saat kejadian ini timbul, tanpa aku komando, teman-teman dari SD hingga kuliah pun turut membantu. Mulai dari mem back up face book, email, ataupun memberi dukungan moril kala itu. Sempat aku mengeluarkan air mata, the power of friendship is real guys. So, baik baiklah dengan kawan mu. Suatu saat kamu akan membutuhkan pertolongan mereka. Yang aku tahu, sang dalang tidak akan tahu nikmat dan bahagia nya mempunyai banyak teman dan sahabat. As far as I know, hidupnya menyedihkan tanpa seorang kawan. Dengan kejadian ini pun, tanpa aku harus berceritapun semua orang juga sudah tahu dan kemudian menjauh. Shame of you dude.

cont

Bias Rahadian Surya : Survivor cyber crime and bullying part 5 (be positive)

Selalu akan ada sebuah suka dibalik sebuah duka, selalu akan ada pelangi di balik sebuha badai, dan akan selalu ada syukur dibalik sebuah musibah. Bagi korban cyber crime dan bullying seperti ku, butuh waktu untuk itu semua. Butuh waktu untuk berfikir positif, ikhlas menerima dan berjalan maju kembali. Terlalu banyka luka yang aku alami. Luka dari peristiwa itu sendiri maupun luka dari rentetan peristiwa setelahnya. Bukan hanya dari sang pelaku, orang orang yang berpikiran sempit pun turut menggoreskan luka.
Banyak sekali tekanan psikis kala itu, mulai dari teror sang pelaku dan perlakukan diskriminatif orang orang di sekitarku. Dulu memang itu menguras tenaga, pikiran dan air mata. Namun saat ini, hal itu yang membuatku jauh lebih kuat dari teman sumuran kebanyakan. Saat itu, masa depan hanya berupa kabut, namun saat ini aku bisa sedikit demi sedikit menyikap kabut itu. Pikirku saat itu bahwa kesuksesan itu adalah hal linear, namun saat ini aku percaya bahwa kesuksesan itu paralel dan bercabang. Jangan takut bila kita gagal atau ditolak di satu bidang, akan ada bidang lain yang menerimamu dengan tangan terbuka. Trust me guys..
Memang akan sangat susah untuk melihat segala sesuatu yang pahit secara positif. Duania seakan tidak adil. Namun, kalau kita mau masuk lebih dalam dan merenung, Tuhan memilih kita pasti tidak sembarangan bukan. Seperti promosi jabatan, tidak semua orang dapat promosis dan akhirnya mendapatkan tes. Bila kita berada dalam posisi seperti itu, percayalah bahwa kita akan menjadi orang-orang yang beruntung bila kita lulus tes nanti. Saat ini aku menjalani hidup dengan positif dan gembira. Aku bertemu dengan orang orang baru dan tanpa kepura puraan. Be happy and positive guys..

Bias Rahadian Surya : Survivor cyber crime and bullying part 4 (Job Seeker)

Jenjang karir untuk korban cybercrime atau bullying, yang notabene belum semua orang bisa menerima, memang tidak semulus orang pada kebanyakan. Bagaimana tidak, di era komputerisasi dan internet seperti sekarang, setiap calom pelamar pekerjaan pun dapat di cari tahu dari google atau sejenis nya. Nah bisa dibayangkan duka para korban cyber crime seperti kami. Belum dibuka berkas saja sudah di coret nama kita. lol.

Di akhir 2012 setelah kelulusanku, aku tertarik mengikuti seleksi di salah satu BUMN di negeri tercinta ini. Dari ratusan pelamar, hanya akan diterima 2 orang saja dari bidang keilmuan. Tahap demi tahap kulewati hingga babak akhir. Aku pun akhirnya diterima bekerja di tempat tersebut. Senang tentunya dapat bekerja di salah satu peusahaan besar di negeri tercinta ini. Berberapa hari setelah masa training, aku pun dipanggil pihak HRD. Aku diadili, digiring ke psikolog dan dipaksa menandatangani surat pengunduran diri. 2012 adalah tahun pertama aku dapat pekerjaan dan tahun pertama pula aku dipecat.

Tahun tahun berikut nya memang aku mengalami banyak penolakan dalam bekerja dan melanjutkan karir. Ditolak dengan alasan alasan yang pada akhirnya merujuk dari masa lalu yang pahit itu. Pernah seorang pewawancara menunjukkan bahwa nilai ujian ku terbaik, namun tetap saja itu tidak cukup. Saat ini aku hanya bisa tersenyum dan kadang tertawa. Kalau kata Ernest Prakarsa, Comedy = Missery + Time. And it is true.

Cont…

Bias Rahadian Surya : Survivor cyber crime and bullying part 3

PART 3

Penderitaan dari korban cyber crime and bullying memang akan berkelanjutan. Pernah nyaris di DO (drop out) dari pendidikan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian dan hukum. Yah, itulah lika liku ku saat itu. Alhamdullah, dengan bantuan berberapa guru besar, pihak kepolisian, pengacara dan doa dari segala pihak, badai awal kala itu berlalu. Kala itu, tujuanku hanya ingin lulus.

Berberapa guru guru disanapun tampak terkejut saat namaku dipanggil saat pengumuman mahasiswa yang lulus cum laude. Mungkin pikir mereka saat itu, orang yang mereka anggap hina ini ga bener kuliah nya. Namun, itu manusiawi sih, belum banyak orang di usia mereka yang berpikiran terbuka.

Kembali ke soal dukungan. Aku tidak pernah menyangka kalau dukungan buat ku saat itu sangat banyak. Mulai dari teman teman se angkatan, kakak dan adik kelas, teman teman di luar kampus, dan berberapa dosen termasuk berberapa guru besar. Ternyata kata pepatah itu benar adanya. Siapa Yang Menanam, Dia Yang akan Menuai. Kalau kita berbuat baik, pasti akan banyak tangan yang menolong saat kita kesusahan.

So guys, be nice to everyone..

Cont….

 

Bias Rahadian Surya : Survivor cyber crime and bullying part 2

Part 2

Masih teringat di benak saya waktu itu. Suatu minggu pada saat aku sedang audisi pemilihan ambasador salah satu brand susu ternama. Pertama kali nya gambar-gambar itu muncul di facebook. Bagai disambar petir, campur aduk rasanya. I want to cry but I was alone at that time. Jadilah aku pergi ke toilet terdekat buat nangis sejadi jadinya.

Salah seorang teman seangkatanku pun telepon. Dia ngomong ” kamu tenang aja bi, kita satu angkatan akan nge back up”. telepon yang sangat menenangkan dari teman-teman. It means, mreka ga menjauhi ku. They love me as human.

Dalam hati aku berkata,, “kamu ga dapat yang kamu mau boys”. Emang pelaku dan otak pelaku kasus ku ini psycho abis sii menurutku. Just because I live happily and surrounded by great great friends aja motif nya. Gila ga tuh..

cont….

Bias Rahadian Surya : Survivor cyber crime and bullying part 1

Dear world,

Lama juga aku ga nulis lagi. Well, setelah sekian lama aku bersembunyi dan lebih banyak diam. Tahun 2017 ini aku udah berkomitmen untuk keluar kandang.

2012 merupakan titik terendah so far dalam hidupku. Yeah, aku bisa dikatakan korban cyber crime dan bulying saat itu hingga sekarang. But I thank God karena Tuhan masih sayang banget sama aku dan akhirnya aku berani speak up.

Buat kalian-kalian yg pernah jadi korban cyber crime and bullying. Aku ngerti banget apa yang kalian rasain. Banyak dari kita end up dengan depresi, stress, ga fokus kerja, quit or fired dari kerjaan, dll. Kalo aku sendiri, keluarga dan teman-teman sii yang berperan banget buat masa recovery.

Memang hidup ga akan semulus paha cherrybelle lagi. I face a lot of rejection afterward. Banyak banget penolakan penolakan karena konten cyber crime ini. Kebayang khan rasanya udah ketrima kerja trus di pecat seminggu kemudian atau nilai kita cukup tinggi buat lanjut sekolah tapi harus di exclude karena konten cyber crime. I face it many times.. Mulai dari yg rasanya mau marah, nyesek samai sekarang udah kebal.

Lanjut di part 2 yahh

 

With Love

Bias Rahadian Surya